Categories
Pendidikan

Realisme dan Aliran Lainnya dalam Karya Sastra

Realisme dan Aliran Lainnya dalam Karya Sastra

Realisme dan Aliran Lainnya dalam Karya Sastra

Definisi Realisme

Realisme adalah aliran dalam karya sastra yang mencoba menggambarkan objek apa adanya. Penulis memainkan peran objektif. Ia melihat keindahan objek yang ia bidik dan dihasilkan dalam karya sastra. Penulis tidak mengandung ide, pemikiran, dan tanggapan terhadap objek. Penulis realisme Prancis, Gustaf Flaubert, berpendapat bahwa netralitas penulis sangat penting untuk produksi karyanya. Objek yang penulis tunjuk sebagai objek cerita tidak hanya orang dengan berbagai karakter, tetapi juga hewan, alam, tanaman, dan objek berkesan lainnya untuk penulis sebagai inspirasi. Impresionisme berarti mengalir di bidang seni sastra, lukisan, dan musik, memberikan prioritas pada kesan objek yang diamati daripada objek itu sendiri. Di bidang lukisan, spesies ini dimulai di Prancis pada akhir abad ke-9. Dalam seni sastra, impresionisme tidak berbeda dengan aliran realisme, hanya impresionisme yang dimaksud adalah kesan yang diperoleh pada objek yang diamati oleh penulis. Selain itu, kesan pertama yang diperoleh oleh penulis diproses dan didefinisikan sebagai visi penulis sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu.

Karya-karya sastra impresionis sering kali berada dalam kekuatan Penyair Baru era Jepang, di mana kebebasan berekspresi tidak dapat dengan jelas didistribusikan melalui cita-cita, harapan, dan gagasan. Semua idealisme disalurkan ke dalam bentuk-bentuk halus dengan makna kabur.

 

Aliran Naturalisme

Di antara penulis Indonesia-nya, yang karyanya mengesankan, puisinya adalah Candi, Lotus, Sungai, Abdul Hadi W.M. Pane Sanusi dengan. dan W. Rendra. Aliran kealamian adalah aliran yang menunjukkan bahwa fenomena alam nyata ini disebabkan oleh kekuatan yang berinteraksi satu sama lain oleh alam. Kebenaran dari ciptaan alam ini berasal dari kekuatan alam (natura). Dalam gambar, aliran naturalisme bertujuan untuk menjadi karya seni, menunjukkan rasio cahaya dan bayangan, tergantung pada faktor perspektif. Dalam karya sastra, aliran naturalisme adalah aliran yang menunjukkan peristiwa sebagaimana adanya. Karena itu, tidak jauh berbeda dengan realisme. Namun, realisme menunjukkan objek apa adanya, mengarah pada kesan positif dan kesan menyenangkan, sedangkan naturalisme justru sebaliknya.

Ia adalah penulis Prancis Emil Zola (1840-1902), yang dikenal sebagai naturalis dalam sastra Barat. Dalam interpretasi amoralitas, pornografi digambarkan sebagaimana adanya. Aliran seni (‘pour pour art’) untuk seni adalah latar belakang perspektif dalam karya. Di Indonesia, penulis yang karyanya cenderung naturalis adalah Armijn Pane, yang bahkan menunjukkan novel-novel yang diklasifikasikan sebagai pornografi dengan Belenggu, Motinggo Busye dalam novel-novel awal tahun 1960-an dan 70-an. Novel Ayu Utami Saman (1996) juga menunjukkan kecenderungan ke arah naturalis.

 

Aliran Determinisme

Determinisme adalah aliran dalam sastra, cabang naturalisme yang menekankan nasib sebagai bagian dari kehidupan manusia yang ditentukan oleh faktor biologis dan lingkungan. Nasib yang dijalani manusia bukanlah nasib yang ditentukan oleh Agung, melainkan nasib yang memenuhi takdir seseorang karena faktor keturunan dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya.

 

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *