Categories
Pendidikan

Strategi Pemasaran Berdasarkan Sasaran Pasar

Strategi Pemasaran Berdasarkan Sasaran Pasar

Strategi Pemasaran Berdasarkan Sasaran Pasar
Kotler & Keller mencatat 3 strategi pemasaran berdasarkan ada tidaknya pasar sasaran, yaitu :

a. Pemasaran massal (mass marketing).

Perusahaan memproduksi & mempromosikan suatu produk secara massal utk seluruh pasar beranekaragam. Perusahaan memperlakukan pasar sebagai sesuatu yg homogen. Alasan penerapan strategi ini hanya karena biaya yg lebih rendah & potensi pasar yg lebih tinggi.

b. Pemasaran variasi produk (product variety marketing).

Perusahaan memproduksi 2 atau lebih varians produk yg berbeda dalam hal fitur, gaya, kualitas, model, harga, dll. Alasannya adalah pembeli memiliki selera yg berbeda-beda sehingga perlu disediakan banyak variasi produk yg ditawarkan ke dalam pasar. Namun, dalam praktek ini, belum dirinci dengan yg jelas produk apa utk segmen pasar yg mana.

c. Pemasaran bersasaran (target marketing).

Perusahaan mengidentifikasi segmen-segmen pasar, memilih segmen utk dilayani, kemudian membuat produk utk segmen yg dilayani tersebut.

Pasar saat ini bukannya semakin homogen, melainkan sebaliknya semakin heterogen akibat derasnya arus informasi. Akibatnya, pasar yg sebelumnya terbagi atas segmen-segmen, sekarang dibentuk oleh pasar mikro yg ukurannya lebih kecil yg berbeda dalam hal kebutuhan & gaya hidup. Oleh karena itu, perusahaan yg menggunakan pemasaran mikro, perlu menyesuaikan produk dengan kebutuhan & keinginan pasar yg lebih sempit, baik dari segi demografi, geografi, & perilaku. Contohnya adalah kalau dulu pasar majalah & tabloid dapat dibagi menjadi segmen-segmen wanita dewasa, pria dewasa, remaja pria, remaja wanita olah raga, kriminal, umum, pendidikan & ilmu pengetahuan, sekarang pembagiannya lebih spesifik lagi. Segmen olah raga, masih bisa dibedakan menjadi bulutangkis & tenis (ada tabloid raket), sepakbola (ada tabloid Gema Olahraga) & umum (tabloid Bola). Sebentar lagi, mungkin muncul yg mengulas tinju, seperti di Amerika ada majalah Ring.
Sebagai bagian perkembangan pemasaran bersasaran (target marketing), memang saat ini telah terjadi costumized marketing, yaitu memilih pasar yg semakin sempit & menyesuaikan produk secara spesifik dengan kebutuhan & keinginan target tersebut. Costumized ini disebabkan oleh semakin ketatnya persaingan, sehingga utk tetap memperoleh peluang, banyak perusahaan mencari celah-celah pasar yg belum dimasuki pesaing.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Categories
Pendidikan

Manfaat Pemasaran Bersasaran

Manfaat Pemasaran Bersasaran

Manfaat Pemasaran Bersasaran

Dalam hukum ekspansi, Ries & Ries menyatakan bahwa kekuatan merek berbanding terbalik dengan cakupannya. Artinya, semakin banyak kategori produk yg menggunakan satu merek, kekuatan merek tersebut semakin berkurang. Contohnya Mitsubishi. Mereka dipakai utk truk, mobil penumpang, peralatan elektronik, & bahan kimia. Pada skala global, truk Mitsubishi kalah dari spesialis truk Hino, pada kategori mobil penumpang belum masuk hitungan, pada peralatan elektronik jelas kalah dari Sony & Toshiba.

Dalam Hukum Kontraksi

Keduanya mempertegas pentingnya pembatasan sasaran. Mereka menyatakan bahwa merek menjadi demikian kuat apabila fokusnya tajam. Contohnya adalah Coca-Cola. Merek ini demikian kuat karena fokus pada minuman cola saja. Pada saat membuat teh siap minum dipakai nama lain, yaitu Hi-C. Sedangkan air siap minum diberi nama Ades.

 

Pemasaran bersasaran, keuntungan yg dapat dinikmati perusahaan adalah :

a. Alokasi sumberdaya pemasaran yg lebih efisien karena perusahaan dapat memilih pasar yg lebih menarik (attractive).
b. Lebih memahami kebutuhan & keinginan pasar. Semakin sempit ruang lingkup pasar yg ditarget, semakin mudah perusahaan mengenal & memahami perilaku konsumennya. Pada gilirannya, semakin akuratlah desain produk, harga, tempat, & promosi utk pasar sasarannya.
c. Lebih memahami situasi persaingan. Pesaing adalah perusahaan lain yg menarget pasar sasaran yg sama atau yg menghasilkan produk yg dapat saling menggantikan dengan produk kita (substitute products).

 

Beberapa kondisi yg menyebabkan pasar tidak bisa atau tidak perlu disegmentasi, yaitu :

a. Ukuran pasar terlalu kecil. Utk kondisi seperti ini, segmentasi hanya menghasilkan segmen yg tidak ekonomis.
b. Pasar amat sangat homogen (extremely homogenous). Segmentasi diperlukan kalau perilaku konsumen berbeda-beda. Dengan segmentasi, konsumen (pasar) yg berbeda-beda itu dikelompokkan. Harapannya, perilaku dalam kelompok homogen, sedangkan antar kelompok berbeda.
c. Pasar amat sangat heterogen (extremely heterogenous). Segmentasi ditujukan utk membagi pasar menjadi segmen-segmen. Segmen adalah sekelompok konsumen yg memiliki respon yg sama terhadap stimuli tertentu. Bisa pula dikatakan bahwa segmen adalah konsumen yg memiliki kesamaan perilaku konsumsi tertentu. Jadi, syarat terbentuknya segmen adalah adanya kesamaan antar sekelompok konsumen.
d. Pemakai berat (heavy users) menempati proporsi terbesar dari pasar & hanya segmen inilah yg relevan sebagai pasar sasaran. Jika dilakukan segmentasi, akan diperoleh segmen: pemakai berat, pemakai sedang, & pemakai ringan. Kalau diketahui pemakai berat menghasilkan 95% permintaan pasar, tentu pasar sasaran yg layak adalah kelompok ini. Karena itu tidak perlu lagi dilakukan segmentasi.
e. Sebuah merek sudah dominan di dalam pasar. Jika sudah mendominasi setiap segmen, tidak perlu dilakukan segmentasi. Kalau perusahaan mencoba mempersempit pasar sasaran, hasilnya bukan meningkatkan, malah sebaliknya menurunkan penjualan. Contohnya adalah teh botol Sosro.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/